Ketapang, Sergap24.info –
Proses penyidikan yang dilakukan Polres Ketapang terkait insiden kapal meledak dan terbakar di Sungai Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menjadi sorotan publik. Peristiwa yang menewaskan dua awak kapal tersebut hingga kini dinilai belum memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai perkembangan hasil penyelidikan.
Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan kapal tersebut juga berdampak pada lingkungan sekitar. Sejumlah rumah warga yang berada di dekat dermaga dilaporkan mengalami kerusakan, seperti pecahnya kaca jendela dan runtuhnya sebagian plafon rumah akibat kuatnya getaran ledakan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) DPD Kabupaten Ketapang. Ketua IWO-I DPD Kabupaten Ketapang, Mustakim, menilai penanganan kasus tersebut perlu dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
“Ini bukan kasus biasa. Ada korban jiwa dan kerugian yang dialami masyarakat. Karena itu, publik berhak mengetahui sejauh mana proses penyelidikan berjalan. Ketika wartawan berupaya melakukan konfirmasi, namun belum memperoleh penjelasan yang memadai, tentu akan muncul berbagai pertanyaan di tengah masyarakat,” ujar Mustakim.
Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam penegakan hukum, terutama terhadap kasus yang memiliki dampak luas dan menjadi perhatian publik. Ia berharap aparat penegak hukum dapat memberikan informasi yang proporsional sesuai ketentuan yang berlaku tanpa mengganggu proses penyidikan.
Insiden kapal meledak dan terbakar tersebut terjadi di perairan Sungai Pawan. Kapal yang terbakar hebat itu mengakibatkan dua awak kapal meninggal dunia di lokasi kejadian. Hingga saat ini, belum terdapat penjelasan resmi yang disampaikan kepada publik mengenai penyebab pasti kebakaran, status kapal, maupun perkembangan penyidikan yang sedang berlangsung.
Mustakim menegaskan bahwa keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Kalau memang proses penyidikan masih berjalan, setidaknya ada penjelasan resmi mengenai perkembangan penanganan perkara. Dengan begitu, masyarakat tidak menerka-nerka dan tidak muncul berbagai asumsi yang dapat memperkeruh situasi,” katanya.
Sungai Pawan sendiri merupakan salah satu jalur transportasi air yang cukup padat di Kabupaten Ketapang dan memiliki keterkaitan dengan aktivitas industri serta lalu lintas kapal menuju sejumlah kawasan usaha, termasuk wilayah Pulau Penebang. Oleh karena itu, menurutnya, pengungkapan fakta secara menyeluruh menjadi hal yang penting untuk memastikan penyebab kejadian dan mencegah insiden serupa terulang di kemudian hari.
IWO-I DPD Kabupaten Ketapang juga mendorong Polres Ketapang untuk menyampaikan perkembangan hasil penyidikan secara berkala kepada masyarakat sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai dapat menjaga transparansi, meningkatkan kepercayaan publik, serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terdampak oleh peristiwa tersebut.
Sementara itu, masyarakat berharap proses penyelidikan dapat dilakukan secara profesional, objektif, dan tuntas sehingga penyebab pasti ledakan kapal dapat segera terungkap serta memberikan kejelasan bagi keluarga korban maupun warga yang mengalami kerugian akibat insiden tersebut.
Penulis: Subyharjo

.png)


