• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Satu Tahun Daeng Manye - Hengky Yasin: Literasi Takalar Melesat Di Peringkat 4 Sulsel Dan 33 Nasional

    Selasa, 10 Maret 2026, Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T09:28:02Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :

    Sergap24.info.TAKALAR, 23 Februari 2026 – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, pasangan Bupati Takalar Daeng Manye dan Wakil Bupati H. Hengky Yasin mencatatkan prestasi gemilang di sektor pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Kabupaten Takalar berhasil mencatatkan lonjakan signifikan pada Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), menempatkan daerah ini di posisi ke-4 tingkat Sulawesi Selatan dan ke-33 secara nasional.


    ​Loncatan ini tergolong drastis mengingat pada tahun sebelumnya, Takalar masih tertahan di peringkat ke-20 di tingkat provinsi. Berdasarkan surat resmi Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nomor B. 844/4/APB. 00. 02/II. 2026 yang dirilis Perpustakaan Nasional RI (20/2), nilai IPLM Kabupaten Takalar untuk tahun 2025 kini berada di angka 26,38.

    ​Bupati Takalar, Daeng Manye, menyebut pencapaian ini sebagai "berkah Ramadan" sekaligus bukti bahwa arah pembangunan daerah sudah berada di jalur yang tepat (on the right track).


    ​“Pembangunan daerah tidak boleh hanya terpaku pada fisik dan infrastruktur. Kemajuan sejati sebuah daerah tercermin dari kualitas masyarakatnya yang sehat, terdidik, dan kompetitif. Literasi adalah kunci untuk membangun daya kritis dan membuka jendela informasi yang lebih luas,” tegasnya.


    ​Ia menambahkan bahwa penguatan literasi merupakan landasan utama bagi masyarakat Takalar untuk beradaptasi dengan perubahan zaman yang serba cepat.


    ​Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Syainal Mannan, mengungkapkan bahwa raihan ini adalah buah dari kerja kolektif. Ia merinci sejumlah program strategis yang menjadi mesin penggerak kenaikan indeks tersebut, di antaranya

    Penguatan fungsi perpustakaan di tingkat desa dan sekolah. Transformasi perpustakaan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Optimalisasi layanan perpustakaan digital untuk akses informasi tanpa batas. Kolaborasi aktif dengan pegiat literasi dan institusi pendidikan.


    ​“Pencapaian ini bukanlah garis finis, melainkan bahan bakar bagi kami untuk terus memperluas akses dan meningkatkan kualitas koleksi layanan di masa mendatang,” jelas Syainal.


    ​Dengan capaian ini, Pemerintah Kabupaten Takalar optimis dapat terus menaikkan standar literasi daerah, menjadikan kecerdasan masyarakat sebagai modal utama dalam persaingan regional maupun nasional.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini