Lampung Utara , Sergap24, Info– Ketua Laskar Lampung Indonesia DPC Lampung Utara, Adi Candra, melontarkan kritik pedas terhadap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terkait proyek pembangunan pasar yang dinilainya gagal dan terbengkalai.
“Pembangunan pasar yang dipaksa lahir, akhirnya mengalami cacat permanen. Operasi yang digadang-gadang akan membawa perubahan atas nama masyarakat, hanya menyisakan luka mendalam,” tegas Adi Candra, Kamis (23/4/2026).
*Program Andalan Rezim Disebut Mangkrak*
Adi Candra menyoroti program pembangunan pasar yang sebelumnya disebut sebagai proyek prioritas dan “anak pertama dari sebuah rezim”. Namun, faktanya di lapangan proyek tersebut mangkrak dan tidak jelas arah penyelesaiannya.
“Program yang dielu-elukan sebagai anak pertama dari sebuah rezim, mangkrak dan entah apa mau jadinya,” ujar Adi.
Ia menilai proyek tersebut dikerjakan terlalu tergesa-gesa demi pencitraan. “Terlalu tergesa-gesa, pengen terlihat bekerja. Minim prestasi, penuh kebohongan,” sindirnya.
*Desak Pemkab Bertanggung Jawab*
Menurut Adi Candra, pembangunan yang dipaksakan tanpa perencanaan matang justru merugikan masyarakat. Pasar yang seharusnya menjadi pusat ekonomi rakyat kini terbengkalai dan menjadi monumen kegagalan.
“Kalau dari awal dipaksakan lahir, ya hasilnya cacat permanen. Tunggu saja kehancurannya kalau tidak segera dievaluasi dan diaudit total,” pungkas Adi.
Laskar Lampung Indonesia DPC Lampura mendesak Pemkab Lampung Utara dan pihak terkait untuk bertanggung jawab atas mangkraknya proyek tersebut. Adi juga meminta aparat penegak hukum turun tangan mengaudit penggunaan anggaran pembangunan pasar.
“Jangan sampai program atas nama masyarakat ini hanya jadi bancakan. Uang rakyat harus jelas pertanggungjawabannya,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Lampung Utara dan dinas terkait belum memberikan keterangan resmi menanggapi kritik tersebut.
.png)