• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Jalan Rusak Parah, Sopir Angkutan Hasil Pertanian di Way Abung Tiga Mengeluh: Sudah Berkali-kali Kecelakaan Tunggal

    Selasa, 28 April 2026, April 28, 2026 WIB Last Updated 2026-04-28T01:46:21Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :


    WAY ABUNG TIGA, LAMPUNG UTARA, Sergap24 , Info– Kerusakan parah jalan penghubung di wilayah Way Abung Tiga, Lampung Utara, kembali dikeluhkan para sopir pengangkut hasil pertanian. Jalan berlubang, amblas, dan licin saat hujan itu disebut sudah berkali-kali memakan korban kecelakaan tunggal.
    Keluhan mencuat dari para sopir truk dan pick-up pengangkut singkong, jagung, hingga sawit yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju pasar dan gudang pengumpul.

    “Kalau musim hujan, jalan ini kayak kubangan. Sudah banyak teman kami yang terbalik karena selip atau masuk lubang. Bannya pecah, muatan tumpah, mobil rusak. Kami yang rugi,” ujar Seorang sopir truk singkong, Selasa 28/4/2026.

    Jalur Vital Ekonomi Warga
    Jalan di Way Abung Tiga merupakan akses utama petani untuk mengangkut hasil panen. Kerusakan terparah terlihat di beberapa titik sepanjang 3 km dengan lubang menganga sedalam 20-40 cm. Saat hujan, lubang tertutup genangan sehingga tidak terlihat pengendara.

    Akibatnya, ongkos operasional membengkak. “Perjalanan jadi dua kali lebih lama. Solar boros, kaki-kaki mobil cepat jebol. Belum lagi kalau kecelakaan, biaya derek dan perbaikan bisa jutaan,” keluh Herman, sopir pick-up jagung.

    Warga menyebut kecelakaan tunggal sudah terjadi belasan kali dalam 6 bulan terakhir. Umumnya korban adalah sopir yang menghindari lubang lalu tergelincir ke bahu jalan yang amblas, atau terbalik karena roda masuk lubang saat membawa muatan berat.

    Diduga Akibat Truk ODOL dan Minim Perawatan
    Para sopir mengakui, selain karena faktor alam dan minimnya perbaikan, kerusakan juga diperparah truk bermuatan melebihi tonase atau ODOL yang ikut melintas. Material perbaikan sebelumnya yang hanya berupa batu dan tanah juga dinilai tidak tahan lama.

    “Jalan ini jalan kabupaten, tapi yang lewat truk-truk besar sawit juga. Tanpa pengawasan muatan dan tanpa perbaikan permanen, setahun diperbaiki, sebulan rusak lagi,” tambah nya.

    “Kami tidak minta muluk-muluk. Asal jalan rata dan tidak ada kubangan, kami sudah bersyukur. Ini menyangkut nyawa dan periuk nasi kami,” tegas seorang sopir truk pengangkut singkong tersebut.
     
    Agustap ( Jurnalis Sergap.24 )
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini