• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    HUT KE -81 RI, Honor Pelatih Paskibra Hanya Rp 25.000, Aiptu Husni Tamrin Tolak dan Tetap Melatih

    Selasa, 11 Agustus 2026, Agustus 11, 2026 WIB Last Updated 2026-08-11T12:30:53Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :



    Sergap24, info-,.
    LAMPUNG UTARA – Jargon besar "Indonesia Emas 2045" yang kerap didengungkan pemerintah pusat tampaknya kontras dengan realitas pahit di tingkat akar rumput. Di Kecamatan Abung Kunang, Kabupaten Lampung Utara, sebuah tamparan keras mendarat tepat di wajah birokrasi penentu kebijakan anggaran menjelang peringatan HUT RI ke-81 tahun 2026.

    Dalam investigasi dan pantauan jurnalis di forum rapat koordinasi kecamatan baru-baru ini, sebuah aksi protes bermartabat terjadi. Pemimpin Sub Sektor (Kasubsektor) Abung Kunang sekaligus Pelatih Paskibra Kecamatan, Aiptu Husni Tamrin, secara mengejutkan menyatakan menolak dan mengembalikan uang honor melatihnya di depan forum resmi.

    Langkah berani Bintara Tinggi Polri tersebut bukan sekadar aksi mogok biasa. Ini adalah sebuah gugatan moral yang sangat tajam terkait bagaimana sistem menghargai tetesan keringat manusia secara layak.

    Data yang dihimpun di lapangan menunjukkan potret anggaran yang sangat memprihatinkan. Pada tahun 2025 lalu, honor pelatih Paskibra di kecamatan ini hanya dipatok Rp15.000 per hari, dengan total Rp150.000 untuk 10 hari kerja berat di bawah terik matahari. Ironisnya, uang sekecil itu baru dicairkan di akhir September.Tahun 2026 ini, anggaran tersebut hanya naik menjadi Rp25.000 per hari (total Rp250.000). Angka yang dinilai sangat merendahkan martabat profesi pembentuk karakter dan disiplin generasi muda.

    Sebagai perbandingan logis yang berhasil kami telusuri, upah seorang pekerja cuci piring di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini sudah menyentuh angka Rp100.000-an per hari. Menatap ketimpangan horizontal ini, Aiptu Husni Tamrin angkat bicara dengan nada getir.

    "Ini bukan tentang keluhan, ini tentang bagaimana keringat manusia bisa dihargai selayaknya manusia. Ini kerja mencetak anak bangsa agar disiplin dan mandiri, tapi honornya hanya Rp25.000," ungkap Husni 


    Sikap kesatria Aiptu Husni Tamrin yang memilih tidak mengambil sepeser pun haknya dan mengalihkan uang tersebut untuk keperluan operasional HUT RI, akhirnya membongkar borok yang lebih besar.Fakta mencengangkan terungkap bahwa seluruh biaya resepsi hari kemerdekaan di tingkat Kecamatan Abung Kunang sama sekali tidak ditanggung oleh anggaran negara. 

    Negara terkesan lepas tangan dan absen dalam merayakan hari jadinya sendiri di tingkat administrasi terbawah.Untuk menyiasati kekosongan kas, pihak panitia terpaksa pontang-panting mengandalkan sumbangan sukarela dan swadaya dari berbagai pihak.Innalillahi untuk Keadilan Anggaran di Lampung Utara

    Kalimat "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un" serta "Salam Revolusi Kehidupan" yang dilontarkan sang Bintara Tinggi di akhir forum menjadi sinyal duka cita yang mendalam. 

    Kalimat itu adalah lonceng kematian bagi hati nurani para pemangku kebijakan anggaran di Kabupaten Lampung Utara.Bagaimana mungkin anggaran seremonial, perjalanan dinas, atau fasilitas elite birokrasi kerap kali melimpah, sementara untuk upacara sakral kemerdekaan bangsanya sendiri, negara harus mengemis sumbangan dan memeras keringat pelatihnya dengan upah yang lebih murah dari sebungkus rokok?

    Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Lampung Utara dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat belum memberikan keterangan resmi terkait minimnya alokasi anggaran ini. Jika pola penganggaran berwajah eksploitatif ini terus dipelihara, maka cita-cita menuju Indonesia Emas hanyalah utopia dan dongeng pengantar tidur di dalam ruang rapat ber-AC.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini