• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Gubernur Benahi Pendidikan. Kepsek SMAN Bhakti Mulya Diduga "Daur Ulang" Anggaran BOS

    Rabu, 12 Agustus 2026, Agustus 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T00:53:29Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :


    Sergap24, info-,
    LAMPUNG UTARA – Di saat Gubernur Lampung dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung gencar membenahi tata kelola pendidikan, praktik di lapangan diduga masih jauh panggang dari api.

    SMA Negeri Bhakti Mulya Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara disorot. Sekolah ini diduga melakukan mark-up Dana BOS tahun anggaran 2024 - 2025 dengan pola penganggaran kegiatan yang sama, namun dengan nilai yang terus naik.

    Hasil penelusuran data anggaran menunjukkan adanya sejumlah kegiatan yang dianggarkan berulang setiap tahun. Yang mencengangkan, nilai anggarannya di 2025 naik drastis dibanding 2024.

    Berikut rinciannya:

    Tahun 2024
    - Pengembangan Perpustakaan: Rp30.000.000
    - Pembelajaran dan Ekstrakurikuler: Rp21.054.000
    - Pemeliharaan Sarana dan Prasarana: Rp35.713.000
    - Penyedia Alat Multimedia Pembelajaran: Rp30.375.000

    Tahun 2025
    - Pengembangan Perpustakaan: Rp56.070.000 → Naik 86 persen
    - Pemeliharaan Sarana dan Prasarana: Rp65.422.000 → Naik 83 persen
    - Pembelajaran dan Ekstrakurikuler: Rp24.185.000
    - Penyedia Alat Multimedia Pembelajaran: Rp16.675.000

    Kenaikan signifikan terjadi pada pos perpustakaan dan pemeliharaan. Padahal jenis kegiatannya sama persis. Pola seperti ini memunculkan dugaan kuat adanya mark-up anggaran BOS.

    Dana BOS sejatinya untuk menunjang kegiatan belajar siswa. Jika digunakan untuk menggemukkan anggaran kegiatan fiktif atau diulang-ulang, maka tujuannya telah melenceng.


    Upaya konfirmasi telah dilakukan. Awak media menghubungi Kepala Sekolah SMA Negeri Bhakti Mulya Bunga Mayang, melalui pesan WhatsApp namun nomor kepsek tidak pernah aktip.

    Saat dikunjungi langsung disekolah satpam menyebut kepsek tidak ditempat.
    "Bapak ga ada, lagi keluar", kata satpam sembari menutup pintu pagar sekolah

    Media ini juga akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Kepala Inspektorat Provinsi Lampung untuk meminta tanggapan dan audit terkait dugaan penyimpangan ini.

    Hingga berita ini terbit, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi resmi. Media ini membuka ruang seluas-luasnya untuk hak jawab. (Tim)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini