Sergap24, Info, -
KOTABUMI – Ruang kerja Kepala SMAN 1 Kotabumi siang itu tak seperti biasanya. Sofa kayu ukir yang kerap dipakai menerima tamu dinas, berubah jadi arena diskusi cair antara Media Sari Putri, tim Tribun Channel Lampung dan Radarcybernusantara.id.
Di dinding belakang, foto besar bertuliskan “Keluarga Besar SMAN 1 Kotabumi Lampung Utara Tahun 2024” menggantung, seolah mengingatkan bahwa sekolah ini terus bergerak dan bertumbuh. Selasa (9/6/2026).
Pertemuan itu jauh dari kesan jumpa pers formal. Tak ada podium, tak ada protokoler kaku. Yang ada hanya obrolan lepas di ruang kepsek, diakhiri dengan foto bersama dan tiga jempol kompak sebagai tanda obrolan berjalan hangat dan produktif.
Media Sari Putri duduk di sisi kiri, menyambut tim media dengan senyum ramah. Seragam cokelat dan hijab senada melekat pada sosok kepsek yang dikenal terbuka terhadap kritik dan masukan.
Di tengah, Kaperwil Tribun Channel Lampung tampak santai dengan kemeja polo krem dan ikat kepala hitam. Di sisi kanan, rekan kerjanya berjaket oranye dan bertopi ikut mengangkat jempol sambil sesekali mencatat poin penting.
Rak kaca di sudut ruangan tak luput jadi latar. Deretan piala dan trofi dari berbagai ajang, akademik maupun non-akademik, berdiri gagah. Bukti nyata bahwa SMAN 1 Kotabumi tak hanya sibuk mengurus administrasi, tapi juga konsisten mengantar siswa berprestasi.
Langkah Media Sari Putri membuka ruang kerja untuk diskusi langsung dengan pers bukan hal lazim. Banyak kepala sekolah memilih komunikasi lewat surat atau rilis resmi. Tapi di SMAN 1 Kotabumi, obrolan tatap muka dianggap lebih efektif memangkas jarak.
“Diskusi seperti ini penting. Pers itu jembatan antara sekolah dan masyarakat. Kalau kami ketemu langsung, miskomunikasi bisa diminimalisir. Orang tua siswa juga lebih cepat tahu program apa yang sedang kami jalankan,” ujar Media Sari Putri di sela obrolan.
Kaperwil Tribun Channel Lampung pun mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah. “Kami datang bukan cuma cari berita. Kami ingin dengar langsung, apa program SMAN 1 Kotabumi ke depan, apa tantangannya. Biar pemberitaan kami lebih berimbang dan bermanfaat buat publik,” katanya.
Berbagai topik terangkat dalam diskusi itu. Mulai dari persiapan tahun ajaran baru, strategi peningkatan mutu pembelajaran, sampai bagaimana sekolah menyikapi isu-isu pendidikan yang sedang ramai di Lampung Utara. Pertanyaan kritis dari media dijawab langsung, tanpa bertele-tele.
Tumpukan piala di belakang mereka berbicara banyak. SMAN 1 Kotabumi konsisten melahirkan siswa berprestasi. Tapi Media Sari Putri tak menutup mata pada tantangan, pembenahan sarana prasarana, peningkatan kompetensi guru, hingga bagaimana membuat siswa melek digital tanpa kehilangan karakter.
Momen tiga jempol kompak di akhir diskusi seolah jadi simbol. Di bawah kepemimpinan Media Sari Putri, SMAN 1 Kotabumi siap bersinergi dengan media. Bukan untuk pencitraan, tapi untuk sama-sama mengawal pendidikan di Lampung Utara agar lebih baik.
Siang itu, ruang kepsek yang biasanya formal berubah jadi ruang publik paling hangat di sekolah. Dan mungkin, cara seperti inilah yang bikin SMAN 1 Kotabumi terus jadi kebanggaan warga Kotabumi.
Rolip Hasan
Jurnalis Sergap24, Info -
.png)