Lampung Utara, Sergap24, Info-Polemik pembangunan Gerai Ketahanan Distribusi dan Mobilisasi Pangan (KDMP) di Desa Tanah Abang, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara, terus bergulir. Setelah muncul tudingan dari sejumlah warga terkait dugaan penggunaan material yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), pihak Mitra KDMP akhirnya angkat bicara.
Toni, selaku Mitra KDMP yang terlibat dalam pembangunan gerai tersebut, memilih tidak memberikan penjelasan rinci melalui sambungan pesan singkat. Ia justru menyarankan agar pihak yang ingin mengetahui kondisi sebenarnya turun langsung ke lapangan.
"Kalau mau lebih jelas ke Kodim aja," ujar Toni saat dikonfirmasi media melalui pesen WhatsAppnya. Senin (15/6/2026)
Tak hanya itu, Toni juga mempersilakan awak media untuk datang langsung ke lokasi pembangunan bersama pihak Babinsa yang selama ini ikut melakukan pendampingan kegiatan.
"Saya dan Babinsa ada di lokasi, biar enak lihat di lokasi," katanya.
Pernyataan Toni tersebut muncul setelah beredarnya video yang menyoroti dugaan penggunaan besi polos berdiameter 10 milimeter pada tiang slof bangunan KDMP. Dalam video itu disebutkan bahwa spesifikasi yang tercantum dalam RAB menggunakan besi ulir berdiameter 13 milimeter.
Namun hingga kini, tudingan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada hasil pemeriksaan teknis dari instansi berwenang.
Saat media menawarkan ruang klarifikasi agar keterangan pihak pelaksana dapat dimuat secara berimbang, Toni kembali menegaskan bahwa penjelasan lebih detail sebaiknya dilakukan di lokasi pembangunan.
"Saya nggak paham. Kalau mau keterangan detailnya, saya dan Babinsa di lokasi. Biar enak lihat di lokasi," tegasnya.
Sikap Toni yang meminta semua pihak melihat langsung kondisi lapangan dinilai sebagai upaya untuk menghindari kesalahpahaman di tengah polemik yang berkembang.
Meski demikian, publik masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait, termasuk satuan pendamping dan instansi teknis yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembangunan Gerai KDMP tersebut.
Sejumlah warga berharap polemik ini dapat segera dijawab secara terbuka melalui pemeriksaan lapangan dan penyampaian data teknis agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi mengenai penggunaan anggaran negara dalam program strategis ketahanan pangan.
Tim Pwri Lampung Utara
.png)