• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Diduga Abaikan Keselamatan Warga, Kabel Listrik Aktif Tertimbun Tanah Kuning di Sandai Bikin Resah!

    Redaksi
    Selasa, 16 Juni 2026, Juni 16, 2026 WIB Last Updated 2026-06-16T07:33:14Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :


    KETAPANG, Sergap24.info – 

    Keselamatan warga Desa Randau Jungkal, RT 07 / RW 01, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang kini berada di ujung tanduk. Sebuah kabel listrik arus sempurna (AS) ditemukan tertimbun tanah kuning di area pemukiman warga dalam kondisi mengenaskan: masih tersambung ke gardu utama!


    Warga setempat mengaku dicekam ketakutan luar biasa Mereka khawatir tanah yang mereka injak sehari-hari justru menjadi pengantar maut karena kabel bertegangan tinggi tersebut berada tepat di bawah kaki mereka.

    Ngeri! Ini Dampak Fatal Jika Terus Dibiarkan
    Secara teknis, menimbun kabel listrik langsung ke dalam tanah kuning tanpa proteksi standar adalah kecerobohan fatal. Akibat yang bisa ditimbulkan sangat mengerikan:

    1. Sengatan Listrik Massal: Saat hujan turun, tanah kuning akan basah dan menjadi konduktor listrik yang sempurna. Jika ada bagian kabel yang terkelupas, arus listrik akan menyebar di permukaan tanah dan siap menyengat siapa saja yang melintas.
    2. Ledakan dan Kebakaran: Hubungan arus pendek (korsleting) di dalam tanah bisa memicu ledakan bawah tanah yang berpotensi membakar jaringan kabel hingga merembet ke rumah-rumah warga.

    Humas PLN Ketapang Bungkam, PLN Sandai Menolak Peduli?
    Melihat ancaman nyata ini, tim awak media langsung mencoba melakukan konfirmasi kepada Humas PLN Kabupaten Ketapang melalui pesan singkat WhatsApp untuk memperjelas status kabel tersebut. Namun sangat disayangkan, hingga berita ini naik cetak, pihak Humas PLN Ketapang memilih bungkam dan mengabaikan pertanyaan wartawan
    .
    Sikap tak acuh juga dipertontonkan oleh PLN Kecamatan Sandai. Sebagai otoritas lokal, mereka dinilai sengaja membiarkan bom waktu ini tetap aktif.

    "Apakah nyawa warga Randau Jungkal tidak ada harganya bagi PLN Sandai? Mengapa kondisi sebahaya ini terus diabaikan tanpa ada tindakan pengamanan?" Ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya dengan nada geram.

    Hingga saat ini, awak media masih menunggu iktikad baik dan konfirmasi resmi dari Humas PLN Ketapang untuk segera mengamankan lokasi sebelum jatuh korban jiwa.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini