Ketapang, Sergap24.info –
Beredarnya video dugaan pemindahan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dari truk tangki merah putih ke tangki industri dan kendaraan pikap menghebohkan masyarakat Kalimantan Barat. Video tersebut viral di media sosial dan memicu sorotan publik terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi di Kabupaten Ketapang.
Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) DPD Kabupaten Ketapang, Mustakim, mengaku telah melakukan investigasi terkait video yang beredar tersebut. Dari hasil penelusuran dan laporan masyarakat, ia mencurigai sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang yang diduga terlibat dalam penyimpangan penyaluran BBM subsidi.
“Berdasarkan laporan masyarakat dan pantauan di lapangan, SPBU yang sering diduga melakukan penyimpangan penyaluran BBM subsidi di antaranya berada di Kecamatan Simpang Dua dan Kecamatan Sungai Laur,” ujar Mustakim.
Sorotan tajam mengarah ke SPBU 64.788.16 Sungai Laur setelah di lokasi tersebut terpasang spanduk bertuliskan “SPBU Dalam Masa Pembinaan Pertamina Patra Niaga”.
Menurut Mustakim, video viral yang memperlihatkan truk tangki merah putih memindahkan BBM ke tangki industri diduga berkaitan dengan aktivitas distribusi BBM subsidi milik SPBU 64.788.16 Sungai Laur.
“SPBU 64.788.16 Sungai Laur bukan baru kali ini terpantau dalam dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Beberapa waktu lalu, kami juga mendapati dugaan penjualan BBM jenis Pertalite menggunakan truk sendiri ke wilayah Kecamatan Sandai dan Kecamatan Nanga Tayap,” ungkapnya.
Ia juga menyebut bahwa pemilik SPBU tersebut diketahui bernama Erwan, yang juga disebut memiliki SPBU 66.788.14 3T di Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang. SPBU tersebut turut diduga kerap melakukan penyimpangan penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite dan Bio Solar.
Sementara itu, salah seorang pengguna BBM subsidi yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa SPBU Sungai Laur hanya menjual solar subsidi sekitar satu kali dalam seminggu.
“Kalau ada penjualan solar subsidi, biasanya hanya dijatah sekitar 80 liter per mobil. Setelah melayani sekitar 30 sampai 40 kendaraan, penjualan langsung ditutup,” katanya.
Ia menambahkan, dalam satu minggu sangat jarang terjadi penjualan solar subsidi lebih dari satu kali di SPBU tersebut.
Para sopir dan pengguna BBM subsidi berharap aparat penegak hukum dan pihak Pertamina dapat bekerja profesional dalam melakukan pemeriksaan serta penindakan terhadap dugaan mafia BBM subsidi, khususnya di SPBU Sungai Laur dan wilayah Kalimantan Barat secara umum.
“Kami berharap BBM subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak dan sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.
Masyarakat juga menilai keberadaan SPBU tersebut sejak awal mendapat dukungan warga Sungai Laur. Namun mereka kecewa apabila dalam praktiknya justru muncul dugaan penyimpangan yang merugikan masyarakat sekitar.
“Semoga ke depan siapa pun pengelola SPBU di Sungai Laur maupun SPBU lainnya dapat bekerja sesuai aturan Pertamina dan ketentuan pemerintah daerah,” tutup pengguna BBM tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina maupun pengelola SPBU 64.788.16 Sungai Laur belum memberikan tanggapan atau jawaban konfirmasi terkait dugaan tersebut.

.png)

