KAYONG UTARA, Sergap24.info –
Miris! Inilah potret buram pembangunan di Kabupaten Kayong Utara. Jalan penghubung dua kecamatan, yakni Kecamatan Seponti dan Kecamatan Teluk Batang, tepatnya di Desa Banyu Abang PKT 2, dari TR 17 – 25 menuju Kecamatan Seponti, kondisinya hancur lebur seperti kubangan kerbau.
Lumpur tebal, genangan air, dan jalan berlubang menjadi pemandangan sehari-hari. Akses vital yang seharusnya menopang ekonomi dan mobilitas warga, kini berubah menjadi jebakan penderitaan rakyat.
"Jalan ini sudah lama, sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak. Mana janji-janji politik para pejabat? Jangan hanya datang saat butuh suara! Apakah harus ada korban dulu, harus ada nyawa melayang dulu, baru ada pembangunan?" tegas warga Desa Banyu Abang dengan nada geram.
Warga lainnya menimpali dengan lantang, "Masyarakat bertanya, ke mana janji para pejabat? Sampai kapan rakyat harus menjadi korban pembiaran ini? Kami muak dengan janji manis yang tak pernah dibuktikan!"
Kini, kepemimpinan Bupati Romi Wijaya dan Wakil Bupati Amru benar-benar dipertanyakan masyarakat. Di mana keberpihakan kepada rakyat kecil? Jangan tutup mata dan telinga!
Masyarakat Desa Banyu Abang mendesak agar pemerintah Kabupaten Kayong Utara segera bertindak nyata, bukan sekadar pencitraan. Turun ke lapangan, lihat langsung penderitaan warga, dan segera bangun jalan ini sebelum jatuh korban berikutnya!

.png)

