• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Sepi Antrean di Tengah Kelangkaan, Aktivitas SPBU Kompak 66.788.001 Mulia Baru Sorotan Media

    Redaksi
    Senin, 06 Juli 2026, Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-06T15:18:48Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :



    ‎Ketapang, Kalimantan Barat, Sergap24.info -

    Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak 66.788.001 yang berlokasi di Kelurahan Mulia Baru, Kabupaten Ketapang, menuai tanda tanya dari sejumlah awak media. Berdasarkan pantauan lapangan yang dilakukan oleh tim dari tiga media berbeda pada Jumat (3/7) dan Sabtu (4/7/2026), aktivitas di SPBU tersebut tampak lengang dari antrean konsumen Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
    ‎Kondisi ini dinilai kontras dan tidak biasa. Pasalnya, hampir seluruh SPBU di wilayah Kabupaten Ketapang saat ini tengah menghadapi antrean panjang kendaraan—baik roda dua maupun roda empat—yang berburu BBM bersubsidi jenis Pertalite maupun Solar.
    ‎Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai operasional dan target pelayanan tangki tersebut, pihak pengelola SPBU menjelaskan bahwa mereka menerima pasokan BBM jenis Solar sebanyak dua tangki dalam satu pekan. Namun, pihak pengelola tidak merinci secara detail kapasitas volume ribuan liter dari tangki pasokan tersebut.
    ‎"Menurut keterangan dari pihak SPBU, konsumen yang membeli Solar di sana biasanya adalah perahu-perahu dari arah hulu sungai serta beberapa mobil yang kerap melintas," ujar salah satu awak media yang melakukan pemantauan di lokasi.
    ‎Meski demikian, pemantauan pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 13.45 WIB menunjukkan pemandangan yang sepi. Hanya terlihat satu hingga dua unit mobil saja yang melakukan pengisian bahan bakar, tanpa adanya antrean berarti layaknya SPBU lain di Ketapang.
    ‎Guna menguji fungsi pelayanan publik di SPBU tersebut, sejumlah awak media berencana melakukan uji petik lapangan dengan mengerahkan sekitar 10 unit armada dump truck milik rekanan untuk ikut mengantre Solar secara resmi menggunakan sistem barcode. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah SPBU tersebut benar-benar terbuka dan siap melayani masyarakat umum sesuai regulasi yang berlaku.
    ‎Selain masalah intensitas kendaraan, letak geografis SPBU Kompak 66.788.001 yang berada tepat di tepi sungai juga menarik perhatian. Pada umumnya, tangki penyimpanan utama SPBU ditanam di dalam tanah (underground tank) demi keamanan. Keberadaan SPBU tepi sungai ini diharapkan telah memenuhi standar kelayakan operasional serta keamanan lingkungan yang ketat dari instansi terkait.
    ‎Melalui temuan ini, para jurnalis di lapangan berharap agar aparat penegak hukum (APH) serta instansi pengawas yang berwenang dapat turun ke lapangan guna memantau secara berkala aktivitas pendistribusian di SPBU tersebut. Langkah pengawasan ketat dinilai krusial agar alokasi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak. (Subyharjo)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini