Sergap24, info-,
Papan Rejo, — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 03 Papan Rejo diduga mengalami penggelembungan data penerima manfaat. Dugaan tersebut muncul setelah adanya ketidaksesuaian antara jumlah siswa yang tercatat menerima MBG dengan jumlah siswa yang benar-benar hadir dan menerima makanan di sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggelembungan data diduga dilakukan oleh PIC/PJ penanggung jawab MBG di sekolah tersebut saat melakukan pendataan dan pelaporan harian kepada dapur penyedia.
“Dari hasil pantauan kami di lapangan, ada selisih jumlah. Data yang dilaporkan lebih banyak dari jumlah anak yang makan di tempat,” ujar salah satu sumber di lingkungan sekolah yang meminta tidak disebutkan namanya, kamis (13/8/2026).
Selisih data ini berimbas langsung pada kinerja dapur penyedia MBG. Karena acuan produksi makanan berasal dari data yang disetor sekolah, maka dapur memasak sesuai jumlah yang dilaporkan. Jika data tidak teliti, berpotensi terjadi pemborosan anggaran dan makanan tidak tersalurkan tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PIC/PJ MBG SDN 03 Papan Rejo belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.
Sementara itu, pihak dapur penyedia MBG menyatakan bahwa mereka hanya memproduksi makanan sesuai data yang masuk dari sekolah.
“Kami terima data dari PIC sekolah setiap hari. Kalau datanya lebih, kami masak lebih. Validasi akhir tetap ada di sekolah,” kata perwakilan dapur penyedia.
Menanggapi hal ini, pengamat pendidikan di Lampung menilai pengawasan berjenjang perlu diperkuat agar kasus serupa tidak terulang.
“MBG ini program bagus, tapi titik rawan ada di pendataan. Sekolah, dapur, dan tim verifikasi kabupaten/kota harus sama-sama cek dan ricek. Jangan sampai niat baik program justru dicederai karena kelalaian administrasi,” ujarnya.
Dinas Pendidikan dan tim Satgas MBG setempat diharapkan segera melakukan audit silang dan verifikasi lapangan di SDN 03 Papan Rejo. Tujuannya untuk memastikan jumlah penerima manfaat sesuai data riil siswa dan agar anggaran MBG digunakan secara akuntabel.
Sampai berita ini naik, belum ada sanksi resmi yang dijatuhkan. Proses klarifikasi dan pendalaman masih terus dilakukan.
Ind & gus
Team jurnalis sergap24.Info
.png)