KETAPANG, Sergap24.info –
Keselamatan berkendara di jalur logistik kembali menjadi perhatian. Pada Kamis (11/6), sebuah truk angkutan kelapa sawit yang sedang menuju ke PT. KAL terpantau melintas di wilayah Desa Tolak arah Laman Mining, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, dengan kondisi muatan yang melebihi kapasitas (overload) tanpa menggunakan safety net atau jaring pengaman.
Kondisi muatan sawit yang menggunung tanpa pengaman ini dinilai sangat berisiko bagi keselamatan publik. Pasalnya, guncangan akibat jalanan yang bergelombang di sepanjang rute tersebut sewaktu-waktu bisa membuat buah kelapa sawit menggelinding jatuh dan berakibat fatal bagi pengendara yang berada di belakang kendaraan. Kejanggalan lain juga terlihat pada kendaraan tersebut yang tidak dilengkapi dengan plat nomor resmi.
Ketika dimintai keterangan terkait pelanggaran tersebut, pengemudi truk mengaku khilaf. Ia menyebut tidak memasang jaring pengaman karena faktor kelupaan, meskipun menyadari bahwa volume muatan yang diangkut saat itu sudah melebihi batas normal.
Mendapat teguran langsung mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan akibat kelalaiannya, sang pengemudi menunjukkan sikap terbuka dan menerima masukan yang diberikan sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan pekerjaannya.
"Baik pak, terima kasih atas teguran dan sarannya. Terima kasih sudah mengingatkan saya. Saya tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi," ungkapnya.
Selain berpotensi membahayakan pengguna jalan, kendaraan angkutan yang tidak dilengkapi plat nomor dan mengangkut muatan melebihi kapasitas juga berisiko melanggar ketentuan lalu lintas dan angkutan jalan. Penggunaan safety net merupakan salah satu standar keselamatan yang penting untuk mencegah muatan tercecer selama perjalanan.
Masyarakat berharap perusahaan pengangkut maupun pemilik armada dapat meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kendaraan operasional sebelum diberangkatkan. Pemeriksaan kelengkapan administrasi kendaraan, kondisi teknis armada, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja dinilai penting guna meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Teguran yang disampaikan secara persuasif ini diharapkan menjadi pengingat bagi para pemilik armada dan pengemudi angkutan kelapa sawit agar selalu mengutamakan prinsip safety first dibanding mengejar target muatan. Dengan demikian, aktivitas transportasi hasil perkebunan dapat berjalan lancar tanpa membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

.png)


