Sergap24info.Takalar – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Takalar terus bergerak maju dalam melakukan reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan.
Langkah konkret ini dibuktikan melalui kesuksesan gelaran sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi terbaru bernama “PASSIRIKIA BOS” yang dilaksanakan di Hotel All Nite & Day, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, baru-baru ini.
Inovasi digital tersebut langsung menuai badai respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir.
Aplikasi PASSIRIKIA BOS dinilai menjadi jawaban atas kerumitan administrasi yang selama ini kerap dihadapi oleh pihak sekolah.
Kehadiran platform ini terbukti memberikan angin segar dalam memangkas jalur birokrasi yang berbelit-belit.
Salah satu peserta sosialisasi mengakui bahwa sistem baru ini membawa perubahan besar yang sangat membantu efisiensi kerja mereka di lapangan.
“Aplikasi PASSIRIKIA BOS ini cukup memberikan manfaat dan kecepatan layanan serta kemudahan mendokumentasikan administrasi pengelolaan keuangan,” puji salah satu peserta saat dimintai tanggapan pasca-pelatihan di Kantor Disdik Takalar, Selasa (9/6).
Menanggapi kesuksesan pelatihan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar, Dodi Ryan Saputra, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari visi besar daerah.
Pihaknya berkomitmen penuh untuk terus mendukung program digitalisasi di segala lini.
Target utamanya adalah menciptakan sistem pelayanan publik yang tidak hanya cepat, tetapi juga akuntabel dan memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pendidikan.
Secara teknis, Kadisdik menjelaskan bahwa “PASSIRIKIA BOS” dirancang khusus sebagai wadah digital terpusat.
Platform ini berfungsi untuk mempermudah proses pengunggahan (upload), pengelolaan, hingga verifikasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Dengan sistem satu pintu ini, potensi terjadinya kekeliruan atau keterlambatan pelaporan dapat diminimalisir secara signifikan.
Melalui aplikasi ini, seluruh kepala sekolah dan bendahara kini dapat mengunggah dokumen SPJ mereka secara instan dalam format PDF.
Setelah dokumen masuk ke dalam sistem, Tim Manajemen BOS tingkat Kabupaten akan langsung melakukan verifikasi kelengkapan secara sistematis.
Hebatnya, seluruh rekam jejak digital proses tersebut akan terdokumentasi dengan rapi, aman, dan mudah diakses kapan saja jika diperlukan.
Langkah transformatif ini diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan mutu tata kelola pendidikan di Kabupaten Takalar.
Penataan sistem digital ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebuah ikhtiar mendalam demi masa depan generasi bangsa.
“Kami berupaya membenahi dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan dan pengelolaannya,” pungkas Dodi Ryan Saputra dengan nada optimis.(TS)
.png)
