Sergap24.info.Takalar–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di kelola oleh SPPG Paddinging, kini menghadapi titik kritis karena berbagai masalah yang muncul di lapangan, mulai dari tata kelola anggaran hingga higienitas. Rabu,(10/6/2026)
Kasus makanan berulat dan IPAL di SPPG Paddinging Kabupaten Takalar, menjadi sorotan tajam karena sangat memperlihatkan lemahnya standardisasi operasional, sehingga program yang seharusnya meningkatkan gizi justru berisiko menjadi ancaman kesehatan bagi siswa. Sistem pengawasan yang rapuh membuat program bernilai triliunan rupiah ini dikhawatirkan hanya akan menjadi pemborosan anggaran tanpa hasil nyata.
Banyak rentetan masalah yang muncul di SPPG Paddinging, mulai dari Menu makan yang berulat, pembuangan limbah, pemecatan sopir logistik MBG dan tata kelola anggaran yang di duga tidak transparansi. Sehingga aspek higienitas menuntut pemerintah untuk segera melakukan penutupan, ketimbang sekadar mempertahankan citra program dipermukaan.
Alih-alih menjadi solusi perbaikan gizi, lemahnya standardisasi operasional justru mengubah program strategis ini menjadi ancaman kesehatan massal yang membayangi anak-anak sekolah.
Wahyu salah seorang aktivis di Kabupaten Takalar, "Mendesak Ketua BGN Kabupaten Takalar untuk menutup SPPG Paddinging, serta mendesak Kejaksaan Negeri Takalar untuk memeriksa tata kelola keuangan SPPG Paddinging yang diduga ada penyimpanan dan kejanggalan,"tuturnya. (TS)
.png)


