• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan



    Iklan

    Halaman

    Sunatan Massal HUT Takalar Ke-66 Bantu 85 Anak Dari 17 Puskesmas

    Senin, 02 Februari 2026, Februari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-02-02T05:44:14Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :

     




    Sergap24.info.TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar menyelenggarakan acara sunatan massal sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Takalar yang ke-66 Tahun. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak. Senin, 2/2/2026

     

    Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Kegiatan, Abd Marhadi. Menurutnya, sunatan bukan hanya memiliki makna agama sebagai kewajiban bagi anak laki-laki muslim, namun juga merupakan tindakan medis penting untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan anak. Tujuan utama acara ini adalah memberikan pelayanan sunatan kepada anak-anak yang membutuhkan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

     

    Sebanyak 85 anak yang berasal dari 17 Puskesmas di seluruh wilayah Takalar mengikuti kegiatan ini. Acara berlangsung di markas PSC 119 Jalan Kemakmuran, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattalassang.

     

    Acara resmi dibuka langsung oleh Ketua Panitia HUT Kabupaten Takalar ke-66, Drs. Achmad Rivai, M.Si, yang juga menjabat sebagai Kepala BKAD Kabupaten Takalar, mewakili Bupati Takalar.

     

    Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar dr. Hj. Nilal Fauziah, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan sunatan massal dilakukan tidak hanya berdasarkan kewajiban agama, namun juga demi kesehatan anak. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

     

    Salah seorang keluarga peserta mengungkapkan rasa senang dan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah. "Terima kasih banyak atas terselenggaranya kegiatan ini, kami sangat terbantu karena untuk melakukan sunat tentunya butuh biaya yang tidak sedikit, sementara kondisi ekonomi kami sangat tidak memungkinkan saat ini," ujarnya. (Tuan Sore)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini