• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Soroti Bullying dan Tawuran Pelajar hingga Cegah Paham Radikalisme, Polda Lampung Perkuat Kemampuan Bhabinkamtibmas

    Selasa, 15 September 2026, September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T13:30:02Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :


    Sergap24, info- 
    Bandar Lampung – Maraknya perundungan (bullying), tawuran pelajar, penggunaan gawai yang tidak terkontrol hingga potensi penyebaran paham radikalisme menjadi perhatian Polda Lampung. Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Bhabinkamtibmas diminta semakin peka membaca situasi dan mampu melakukan pencegahan sejak dini di wilayah binaannya.

    Hal itu menjadi salah satu penekanan dalam Pelatihan Kemampuan Bhabinkamtibmas Jajaran Polda Lampung Tahun 2026 yang digelar Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Lampung di Hotel Kyriad, 14–17 September 2026.

    Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol A.F. Indra Napitupulu, S.I.K., M.M., mengatakan perkembangan persoalan sosial saat ini menuntut Bhabinkamtibmas tidak sekadar menunggu munculnya gangguan kamtibmas, tetapi harus mampu mengenali potensi persoalan dan mengambil langkah pencegahan lebih awal.

    Menurutnya, penggunaan gawai secara berlebihan di kalangan anak dan remaja perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena ruang digital juga dapat menjadi tempat terjadinya perundungan atau cyberbullying.

    “Bhabinkamtibmas harus lebih peka, tanggap dan responsif terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Kombes Pol Indra.

    Salah satu langkah yang didorong adalah mengoptimalkan kegiatan Police Goes to School. Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas diharapkan aktif memberikan edukasi kamtibmas kepada pelajar sekaligus membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan orang tua.

    *Tawuran Pelajar Jadi Perhatian*

    Selain perundungan, potensi tawuran antarremaja dan pelajar juga mendapat perhatian serius.

    Bhabinkamtibmas diminta memetakan lokasi yang kerap menjadi titik berkumpul kelompok remaja, mengenali kelompok-kelompok yang berpotensi terlibat perselisihan, serta meningkatkan patroli dialogis terutama pada jam-jam rawan.

    Pemetaan tersebut diperlukan agar potensi bentrokan dapat diketahui dan dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.

    Dirbinmas menegaskan, posisi Bhabinkamtibmas sangat strategis karena menjadi salah satu personel Polri yang berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa, pekon dan kelurahan.

    “Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak dan garda terdepan Polri di tengah masyarakat. Karena itu, kehadirannya harus benar-benar memberikan manfaat dan mampu menjadi bagian dari penyelesaian persoalan masyarakat,” tegasnya.

    *Perkuat Deteksi Dini Radikalisme*

    Pelatihan juga membekali peserta dengan kemampuan mencegah penyebaran radikalisme dan ekstremisme.

    Kasatgaswil Lampung Densus 88 AT Polri Kombes Pol Stalanri K. Setinggar, S.I.K., memberikan materi Pencegahan Radikalisme dan Ekstremisme, termasuk penguatan kemampuan deteksi dini dan peringatan dini terhadap potensi penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.

    Peserta diberikan pemahaman mengenai pola penyebaran dan rekrutmen kelompok radikal yang memanfaatkan media sosial dan aplikasi perpesanan untuk menjangkau masyarakat, termasuk generasi muda.

    Bhabinkamtibmas juga didorong memperkuat ketahanan masyarakat dengan menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta mengedepankan pendekatan persuasif dan koordinasi dengan satuan terkait apabila menemukan indikasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

    *Bhabinkamtibmas Harus Jadi Problem Solver*

    Tak hanya kemampuan deteksi dini, Bhabinkamtibmas juga dituntut mampu menjadi problem solver ketika muncul persoalan di tengah warga.

    Darmawan Purba, S.IP., M.IP., memberikan materi Penyelesaian Masalah, meliputi kemampuan mengidentifikasi akar persoalan, pemetaan pihak yang terlibat dalam konflik, teknik negosiasi dan mediasi hingga pemanfaatan kearifan lokal dan musyawarah dalam menyelesaikan perselisihan.

    Kemampuan komunikasi juga diperkuat melalui materi Komunikasi Efektif yang disampaikan Dr. Wulan Siska, S.I.Kom., M.Si.

    Peserta dibekali teknik komunikasi interpersonal dan persuasif, public speaking, komunikasi krisis, menghadapi keluhan masyarakat hingga pemanfaatan media sosial secara etis untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

    Sementara itu, Kabag Analis Polda Lampung AKBP Sigit Marianta, S.E., memberikan materi Deteksi Dini untuk meningkatkan kemampuan Bhabinkamtibmas dalam membaca berbagai potensi kerawanan di wilayah binaan.

    Pelatihan tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan Bhabinkamtibmas dalam mendeteksi persoalan, membangun komunikasi, melakukan pencegahan dan menyelesaikan permasalahan masyarakat secara cepat, tepat dan humanis.

    Dengan kemampuan tersebut, Polda Lampung mendorong Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir ketika persoalan terjadi, tetapi menjadi penggerak pencegahan serta mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Lampung.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini