• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Baru Sebulan Selesai, Proyek Jalan Rp191 Juta di Tumbang Titi Diduga Rusak, Drainase Tersumbat

    Redaksi
    Minggu, 13 September 2026, September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T00:05:23Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :

    KETAPANG, Sergap24.info — 

    Proyek peningkatan Jalan M. Yusuf, Desa Titi Baru, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, yang menelan anggaran Rp191.541.000, menjadi sorotan setelah kondisi jalan disebut mengalami kerusakan meski baru sekitar satu bulan selesai dikerjakan.



    Proyek yang dikerjakan CV. MEMO JAWARA NOOR tersebut tercatat selesai pada 13 Agustus 2026 berdasarkan informasi pada papan proyek. Sementara itu, berdasarkan pantauan media Sergap24.info pada Sabtu (13/9/2026), sejumlah bagian jalan terlihat mengalami kerusakan.



    Aspal pada beberapa titik tampak rontok dan keropos. Bahkan, material pada permukaan jalan disebut dapat terkelupas dengan mudah menggunakan tangan.

    Tak hanya kondisi aspal, saluran air atau gorong-gorong yang berada di sisi jalan juga menjadi perhatian. Saluran tersebut terlihat dipenuhi daun dan sampah sehingga aliran air diduga tidak dapat berfungsi secara optimal.

    “Ini saluran air ini, sumbat. Jadi kalau sudah musim hujan macam mana mau ngalir,” ujar seorang warga dalam rekaman video yang diterima media.

    Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan badan jalan, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Air yang tidak mengalir dengan baik berpotensi menggenangi badan jalan dan memengaruhi kondisi bahu jalan.

    Pantauan di lokasi juga menunjukkan adanya bagian bahu jalan yang terlihat mengalami amblas. Selain itu, ditemukan sejumlah bagian permukaan jalan yang terkelupas serta rumput yang tumbuh di celah-celah beton.

    Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan peningkatan jalan tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Ketapang Tahun Anggaran 2026 dan berada di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

    Kondisi proyek yang mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi material, serta pemeliharaan saluran drainase.

    Namun demikian, dugaan mengenai ketidaksesuaian mutu pekerjaan maupun spesifikasi material masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan audit dari instansi berwenang.

    Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui dinas terkait dapat segera melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap kondisi proyek tersebut.

    Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan, masyarakat meminta agar pihak terkait mengambil langkah sesuai ketentuan, termasuk memastikan pekerjaan diperbaiki dan kualitas infrastruktur dapat dipertanggungjawabkan.

    Selain itu, kondisi saluran drainase juga dinilai perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan persoalan yang lebih besar saat musim hujan.

    Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur yang menggunakan uang negara benar-benar memberikan manfaat dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

    (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini