BUKITKEMUNING LAMPUNG UTARA – Proyek pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAS Muhammadiyah AR Fachruddin yang berlokasi di Jl. Bakti Karya, LK 3, Kelurahan Bukit Kemuning, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara menuai sorotan. Berdasarkan hasil pantauan langsung di lokasi pekerjaan, pelaksanaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut disinyalir tidak menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta disinyalir menggunakan material yang tidak sesuai standar teknis.
Di lapangan, para pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) keselamatan kerja. Selain itu, pengerjaan struktur pondasi diduga memanfaatkan batu-batu berukuran besar hasil galian tanah setempat yang langsung dipasang pada pondasi bangunan.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Atas dengan nilai pekerjaan sebesar Rp4.911.356.000 yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2026. Waktu pelaksanaan ditetapkan selama 180 hari kalender terhitung mulai 19 Juli 2026, yang mencakup pembangunan ruang kelas, ruang administrasi, laboratorium, perpustakaan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Saat dikonfirmasi di lokasi, Rubianto selaku Ketua Panitia Pembangunan memberikan tanggapan terkait kondisi tersebut. Ia mengeluhkan berbagai kendala operasional, termasuk persoalan lahan yang belum terselesaikan sepenuhnya.
"Tanah ini masih terhutang. Kalau APD, sebenarnya sudah dibelikan, tapi kalau mau dipakai terus-menerus serasa tidak mungkin. Kalau mau diberitakan, beritakan saja," ujar Rubianto saat dimintai keterangan.
Sikap apatis dari pihak panitia pembangunan serta pengabaian standar K3 ini diharapkan mendapat perhatian serius dari dinas terkait dan instansi pengawas agar kualitas mutu bangunan serta keselamatan para pekerja tetap terpelihara sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sumber berita :
konfirmasi di lapangan
Penulis :Asikin Dan Tim
.png)