Lampung Utara , Sergap24, Info– Petani Lampung Utara kembali dibuat meradang. Pupuk subsidi yang jadi nyawa tanaman justru menghilang dari pasaran. Laskar Lampung Indonesia Lampura menilai ini bukan sekadar kelangkaan biasa, tapi sinyal kuat adanya permainan di jalur distribusi.
Ketua LLI Lampura, Adi Candra, menyebut kondisi ini keterlaluan dan bertolak belakang dengan janji politik yang dulu digembar-gemborkan.
“Mana janji politik dulu yang katanya pupuk mudah didapatkan, murah, dan mudah didapatkan? Sekarang yang ada petani kelabakan,” ujarnya, Minggu [17/5/2026].
*Kelangkaan Merata, Dugaan Penyelewengan Menguat*
Menurut Adi, hampir seluruh wilayah Lampura merasakan dampak yang sama. Pupuk sulit didapat, kalaupun ada harganya jauh di atas HET.
Ia menduga ada oknum yang memanfaatkan celah distribusi untuk meraup keuntungan pribadi.
“Bukankah pupuk ini untuk petani? Jangan sampai diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini harus diusut tuntas,” tegasnya.
Adi menekankan, pengawasan Pemda adalah kunci. Tanpa kontrol ketat di lapangan, subsidi yang seharusnya meringankan petani justru berubah jadi ladang bancakan.
*LLI Minta APH Turun Tangan*
LLI Lampura mendesak Pemda segera membentuk tim khusus untuk membongkar rantai distribusi yang bermasalah. Fokusnya: siapa yang bermain dan di titik mana kebocoran terjadi.
“Penebusan pupuk wajib pakai RDKK, by name by address. Kalau distributor berani main-main, APH harus langsung bertindak. Jangan tunggu petani makin terpuruk,” katanya.
Adi mengingatkan, pupuk subsidi bukan barang dagangan bebas. Ini menyangkut ketahanan pangan dan nasib jutaan petani.
“Jangan main-main dengan hajat hidup orang banyak. Tindak tegas pelaku, jangan cuma jadi penonton!” tutupnya.
.png)