Sergap24.info.Takalar-Sejumlah massa yang mengatasnamakan diri komite mahasiswa independen Sulsel menggeruduk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Palleko, di Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Kamis (19/3/2026).
Para mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Takalar dan Polsek Polongbangkeng Utara. Mereka menuntut, agar PT Pertamina wilayah Sulawesi untuk segera menindak tegas SPBU Palleko karena diduga selama ini menjual solar subsidi secara ilegal kepada para mafia BBM.
“Praktik mafia BBM subsidi di daerah ini tidak bisa lagi ditoleransi karena telah merugikan masyarakat luas, khususnya para petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi,” teriak jenderal lapangan aksi Abdul Salam.
Ia menilai ada dugaan kerjasama antara pemilik SPBU Palleko dengan para mafia BBM solar bersubsidi untuk mengeksploitasi solar subsidi keluar daerah yang diperuntukkan untuk para petani dan nelayan di Takalar.
“Ini bukan persoalan kecil, ini menyangkut hak rakyat yang dirampas secara sistematis, dan pihak SPBU Palleko harus bertanggung jawab,” tegas Abdul Salam.
Aktivis yang lantang menyuarakan hak-hak rakyat itu pun mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional VII untuk segera turun langsung melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan tanpa kompromi terhadap dugaan penyalahgunaan solar subsidi di SPBU Palleko.
“Kami mendesak PT Pertamina wilayah Sulawesi untuk memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional SPBU Palleko apabila terbukti melakukan penyalahgunaan solar subsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat kecil,” tegas Abdul Salam.
Ia juga menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak akan berhenti sampai ada sanksi berat yang diberikan PT Pertamina wilayah Sulawesi kepada SPBU Palleko.
“Jika tuntutan kami tidak didengar, maka kami pastikan akan menurunkan gelombang massa yang lebih banyak lagi,” pungkas Abdul Salam.
Terpisah, penanggung jawab SPBU Palleko Arif Kahar yang dikonfirmasi berulang kali membantah tudingan jika pihaknya menjual solar ke para mafia BBM tidak tepat sasaran. Ia mengaku, pengambilan solar subsidi di SPBU nya wajib menggunakan barcode.
“Kami tidak melayani pembelian solar subsidi jika tidak dilengkapi dengan barcode, adapun foto yang beredar di sejumlah pemberitaan itu adalah foto lama,” bantah Arif Kahar belum lama ini.
.png)
