• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan



    Iklan

    Halaman

    Tolak Antar Warga Sakit Keras, Warga Desa Kistang Kecewa terhadap Pelayanan Ambulans Desa

    Sabtu, 31 Januari 2026, Januari 31, 2026 WIB Last Updated 2026-01-31T11:15:25Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :


    Lampung Utara.Sergap24.info– 

    Warga Desa Kistang, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, menyampaikan kekecewaan atas dugaan penolakan penggunaan ambulans desa untuk mengantar warga yang tengah mengalami sakit keras, pada Jumat dini hari, 29 Januari 2026.

    Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. Seorang warga Desa Kistang bernama Miul (45) dilaporkan mengalami sakit keras dan membutuhkan penanganan medis segera di rumah sakit.

    Anton, adik kandung Miul, kemudian berinisiatif mencari bantuan agar kakaknya bisa segera mendapatkan perawatan medis. Ia menghubungi Mega Asli yang berada di Kotabumi untuk membantu membawa pasien ke rumah sakit. Selanjutnya, Anton mendatangi Soleh, sopir ambulans desa, dengan harapan ambulans desa dapat digunakan untuk mengantar Miul ke rumah sakit.

    Namun, berdasarkan keterangan Anton, permintaan tersebut tidak mendapat respons positif. Sopir ambulans desa disebut menyatakan tidak dapat membantu mengantar pasien ke rumah sakit tanpa memberikan penjelasan yang jelas terkait alasan penolakan tersebut.

    “Ambulans desa itu kan untuk warga. Ini kondisi darurat, sakit keras, tapi malah tidak dibantu,” ujar Anton.

    Penolakan tersebut memicu kekecewaan dan kemarahan di tengah masyarakat. Warga menilai ambulans desa merupakan fasilitas publik yang disediakan untuk kepentingan sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat yang menyangkut keselamatan warga.

    Masyarakat pun berharap pemerintah desa, khususnya Kepala Desa Kistang, Fajar, dapat memberikan klarifikasi secara terbuka terkait kejadian tersebut. Selain itu, warga meminta adanya evaluasi terhadap sistem dan mekanisme pelayanan ambulans desa, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun dari sopir ambulans desa terkait alasan penolakan pengantaran pasien tersebut.

    Sumber berita PWRI LAMPUNG UTARA 
    (Tim Pwri)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini