Sergap24.info.Takalar-Penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Topejawa, diakibatkan pengunduran ahli gizi berdampak pada berbagai pihak, terutama mereka yang bergantung pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kamis,(29/01/2026)
Berikut adalah pihak-pihak yang dirugikan saat SPPG Topejawa tutup banyak Siswa-Siswi (Penerima Manfaat) Ini adalah pihak utama yang dirugikan karena mereka kehilangan akses langsung terhadap asupan makanan bergizi yang sehat dan bersih, yang seharusnya didapatkan setiap harinya.
Penutupan dapur menyebabkan puluhan pegawai dan relawan SPPG terpaksa dirumahkan sementara atau kehilangan pekerjaan, yang berdampak pada pendapatan mereka. Pemilik atau mitra SPPG mengalami kerugian finansial, baik karena operasional terhenti maupun akibat kasus spesifik seperti pengunduran diri ahli gizi.
Ekosistem Pemasok Lokal Petani, peternak, atau penyedia bahan baku lokal yang bekerja sama dengan SPPG kehilangan mitra untuk menyalurkan produk mereka.
Tujuan Program Gizi Nasional: Penutupan ini menghambat kelancaran program pemerintah dalam memperbaiki nutrisi masyarakat, terutama di daerah yang SPPG-nya terbatas.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) "PEMANTIK" Rahman Suandi mengatakan, "Penutupan sementara SPPG Topejawa yang bermasalah (tak sesuai standar) minta di evaluasi dan perbaikan dengan tujuan jangka panjang memastikan keamanan pangan, meski dampak jangka pendeknya adalah terhentinya pelayanan, "ujarnya. (Tuan Sore)
).png)
.png)
