• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Porsi dan Kualitas MBG Sungkai Bersatu di Desa Ketapang Tuai Kritik, Wali Murid Soroti Pendistribusian Tak Sesuai Anggaran

    Selasa, 16 Desember 2025, Desember 16, 2025 WIB Last Updated 2025-12-16T07:33:35Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :


    Lampung Utara.Sergap24.info-
     Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Bangun Mulyo, Desa Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara menuai kritik dari masyarakat, khususnya para wali siswa penerima manfaat. Keluhan tersebut ditujukan kepada pengelola dapur MBG, yakni Dapur SPPG Sungkai Bersatu, yang dinilai tidak menjalankan program sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
    Sejumlah wali murid dan masyarakat menyampaikan keberatan terkait porsi dan kuantitas makanan yang dibagikan kepada siswa. Bahkan, beberapa di antaranya memperlihatkan perbandingan porsi makanan yang diterima anak-anak mereka dengan panduan porsi ideal yang seharusnya diterapkan dalam program MBG.

    Berdasarkan hasil investigasi tim media di lapangan, beberapa siswa penerima manfaat dan wali murid di lingkungan SD Negeri 1 Ketapang melaporkan bahwa kualitas makanan, baik nasi maupun lauk-pauk, kerap tidak sesuai ketentuan dan cenderung minim.

    Puncak kekecewaan terjadi pada Senin (15/12/2025), saat pihak SPPG Sungkai Bersatu mengantarkan makanan MBG berupa nasi dan lauk-pauk untuk dikonsumsi hari itu, serta makanan kering yang disebut sebagai jatah untuk dua hari ke depan, yakni Selasa dan Rabu (16–17 Desember 2025).

    Beberapa wali murid berinisial “B” dan “M”, yang anaknya bersekolah di SDN 1 Ketapang, mengungkapkan kekecewaan mereka kepada tim media.

    “Porsinya jauh dari standar SOP, apalagi jika dibandingkan kebutuhan gizi. Kadang ayamnya kecil sekali, nasinya juga sedikit. Dan makanan kering yang diperuntukkan jatah dua hari itu sangat tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh BGN,” ujar salah satu wali murid.

    Adapun rincian makanan kering yang dibagikan untuk jatah dua hari tersebut, menurut wali murid, meliputi:

    1. Susu full cream merek Tango Kido 115 ml sebanyak 1 pcs
    2. Roti bungkus merek AOKA 60 gram sebanyak 1 pcs
    3. Telur rebus sebanyak 1 butir
    4. Jeruk berukuran kecil sebanyak 1 buah
    5. Kue jajanan dalam kemasan mika sebanyak 1 paket
    6. Biskuit merek GO Malkist 10 gram sebanyak 2 pcs
    7. Buah kelengkeng 1 bungkus plastik berisi 4 buah

    Pihak sekolah membenarkan adanya pengiriman MBG tersebut. Rama, staf perpustakaan SDN 1 Ketapang, mewakili pihak sekolah, menyampaikan bahwa MBG memang diterima sesuai dengan keterangan wali murid.

    “Benar, kami pihak sekolah telah menerima MBG dari SPPG Sungkai Bersatu pada Senin kemarin. Yang kami terima berupa nasi dan lauk-pauk untuk dikonsumsi di hari yang sama, sedangkan makanan kering menurut arahan SPPG merupakan jatah untuk dua hari,” jelas Rama.

    Untuk mendapatkan klarifikasi, tim media kemudian mendatangi langsung lokasi dapur MBG SPPG Sungkai Bersatu. Namun, setibanya di lokasi, dapur tersebut dalam kondisi tutup dan tidak ada aktivitas. Tim selanjutnya mencoba mendatangi rumah pemilik dapur, Fauzi, namun yang bersangkutan juga tidak berada di tempat.

    Upaya konfirmasi akhirnya dilakukan melalui sambungan telepon WhatsApp. Dalam keterangannya, Fauzi membenarkan bahwa pihaknya memang mendistribusikan makanan kering tersebut sebagai jatah MBG untuk dua hari ke depan.

    Pihak sekolah beserta para wali murid sangat menyesalkan pendistribusian MBG yang di nilai tak sesuai anggaran tersebut.

    Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat dan wali murid berharap adanya evaluasi dan pengawasan lebih ketat dari pihak terkait agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni memenuhi kebutuhan gizi anak-anak secara layak dan berkelanjutan.

    SUMBER:DPC PWRI LAMPUNG UTARA 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini