MASOHI, SERGAP24.INFO –
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Maluku Tengah periode 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Baileo Ir. Soekarno, Masohi, Rabu (28/10/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi Nahdlatul Ulama untuk memperkuat peran keagamaan, sosial, dan kebangsaan, sekaligus mempererat persatuan masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah.
Kegiatan ini turut dihadiri Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, pengurus dan jajaran PWNU Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah, para staf ahli, asisten, pimpinan perangkat daerah, serta pengurus PCNU Kabupaten Maluku Tengah.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada KH Zulfa Mustofa di Kota Masohi, Bumi Pamahanunusa. Kehadiran tokoh PBNU tersebut dinilai sebagai kehormatan sekaligus penguatan semangat bagi warga Nahdliyin dan masyarakat Maluku Tengah.
ia juga menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus PCNU yang baru dilantik. Amanah tersebut diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai tanggung jawab organisasi, tetapi juga sebagai panggilan pengabdian dalam bidang keagamaan, sosial, dan kebangsaan.
“ Amanah ini bukan sekadar kepercayaan organisasi, melainkan tanggung jawab keagamaan, sosial, dan kebangsaan yang harus dijalankan dengan ketulusan dan pengabdian,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.
Dalam sambutan itu, ditegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak didirikan pada 1926, NU berperan dalam menjaga tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, memperjuangkan kemerdekaan, mempertahankan persatuan, serta merawat hubungan harmonis antara agama dan kehidupan berbangsa.
Warisan para pendiri NU mengajarkan bahwa keberagamaan harus menghadirkan kedamaian, sedangkan kecintaan terhadap tanah air diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat dan bangsa.
Pesan tersebut dinilai semakin relevan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. Semangat Sumpah Pemuda mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju.
Dalam konteks Maluku Tengah, nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat orang basudara, yakni hidup berdampingan, menjaga perdamaian, dan merawat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Zulkarnain berharap NU terus menjadi kekuatan moral dan sosial yang mampu memberikan kesejukan di tengah masyarakat.
Selain memperkuat dakwah, NU diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan pendidikan keagamaan, membina generasi muda, memberdayakan ekonomi umat, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.
Organisasi keagamaan, menurut pesan dalam sambutan tersebut, perlu hadir melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Semangat itu juga tercermin dalam pesan kebangsaan yang lekat dengan pemikiran pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, yakni “Hubbul wathan minal iman” yang berarti cinta tanah air merupakan bagian dari iman.
Pesan tersebut mengingatkan bahwa keimanan harus melahirkan kepedulian terhadap bangsa, tanggung jawab terhadap lingkungan sosial, serta komitmen menjaga persatuan dan kesatuan.
Kepada pengurus PCNU yang baru dilantik, pemerintah daerah mengajak agar amanah organisasi dijadikan ruang pengabdian, bukan sekadar menjalankan struktur kepengurusan.
Para pengurus juga diharapkan membangun sinergi, merangkul seluruh elemen masyarakat, serta menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyatakan terbuka untuk terus membangun kolaborasi dengan NU demi mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, rukun, dan berkeadilan.
Pelantikan PCNU Maluku Tengah periode 2026–2031 diharapkan menjadi awal penguatan peran organisasi dalam menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, serta mendorong kemajuan umat dan daerah.
Dengan semangat kebersamaan, NU diharapkan senantiasa menjadi peneduh di tengah perbedaan, perekat di tengah keberagaman, dan penggerak kemajuan masyarakat Maluku Tengah.

.png)

