Sergap24.info.Takalar – Produksi padi di Kabupaten Takalar mengalami peningkatan signifikan. Pada 2024, produksi padi tercatat sebanyak 115.600 ton, kemudian meningkat menjadi 137.019 ton pada 2025 atau naik sebesar 18,52 persen.
Peningkatan produksi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Parawansa, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur irigasi di Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Kabupaten Takalar. Rabu 22 juli 2026
Kegiatan peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, dan disambut antusias kelompok tani serta masyarakat.
Usai peletakan batu pertama, warga yang hadir secara kompak meneriakkan yel-yel khas “OPPOKI!”. Teriakan tersebut menggema di lokasi kegiatan dan menambah semarak kegiatan pembangunan infrastruktur pertanian.
Parawansa mengatakan, peningkatan produksi padi tersebut menjadi salah satu indikator positif perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Takalar.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pertanian, termasuk irigasi, menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas lahan dan produksi padi.
“Produksi padi tahun 2024 mencapai 115.600 ton. Kemudian pada tahun 2025 meningkat menjadi 137.019 ton atau naik 18,52 persen,” ujar Parawansa.
Untuk Kecamatan Polongbangkeng Selatan, pemerintah mendapatkan dukungan pembangunan infrastruktur pertanian melalui bantuan pemerintah pusat yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut meliputi pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) sebanyak 50 titik, Irigasi Tersier (Pilter) sebanyak 47 titik, serta pembangunan jalan tani sebanyak satu titik.
Parawansa menjelaskan, setiap pembangunan irigasi tersier memiliki panjang sekitar 300 meter. Sementara itu, dua titik jaringan irigasi tersier ditargetkan mampu mengairi lahan pertanian seluas sekitar 20 hektare.
“Untuk Kecamatan Polongbangkeng Selatan, terdapat 50 titik Irpom, 47 titik Pilter dan satu titik jalan tani,” jelasnya.(TS)
.png)
