LAMPUNG UTARA, Sergap24 , Info– Pemerintah Desa Peraduan Waras, Kecamatan Abung Timur menggelar kegiatan _Rembuk Stunting_ Tahun 2026, Rabu 22 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan rencana aksi penurunan stunting di desa secara terintegrasi.
Rembuk Stunting dihadiri unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan lembaga desa. Hadir dalam kegiatan tersebut:
1. *Marta Gunawan* – Kepala Desa Peraduan Waras
2. *Pandita Juanda, S.K.M* – Kepala Puskesmas
3. *Sutiman* – Ketua BPD Desa Peraduan Waras
4. *Brigpol M. Reza* – Bhabinkamtibmas
5. *Candra* – Tim Jubel Puskesmas
6. *Alamsyan* – Babinsa
7. *Basirun* – CPLD 2
Dalam sambutannya, *Kades Marta Gunawan* menyampaikan bahwa stunting bukan hanya tanggung jawab puskesmas atau bidan desa saja, tetapi harus ditangani bersama seluruh elemen.
"Kami ingin data stunting di Desa Peraduan Waras benar-benar valid. Setelah ini kita susun program yang tepat sasaran, mulai dari perbaikan gizi, sanitasi, hingga pendampingan keluarga berisiko," ujar Kades.
Sementara itu, *Kapus Pandita Juanda, S.K.M* memaparkan data dan penyebab stunting di wilayah kerja Puskesmas. Ia menekankan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan, pola asuh, serta pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita.
Diskusi dalam rembuk juga menyoroti peran Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, dan kader dalam melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Semua pihak sepakat membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting Desa untuk mengawal program hingga ke tingkat RT.
_Rembuk Stunting_ ini merupakan amanat pemerintah untuk memastikan konvergensi program penurunan stunting berjalan. Dengan adanya komitmen bersama, Pemdes Peraduan Waras menargetkan penurunan signifikan angka stunting di tahun 2026.
_Kegiatan ditutup dengan penyusunan rekomendasi dan rencana kegiatan prioritas desa terkait pencegahan stunting untuk dimasukkan dalam APBDes 2026
NOVENDI PROVINSI LAMPUNG
.png)