MASOHI, Sergap24.info –
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah secara resmi meluncurkan Pariwara Anti Korupsi Tahun 2026. Peluncuran dilakukan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day di Masohi, Sabtu 20 Juni 2026.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menegaskan, peluncuran ini bukan sekadar kampanye, melainkan penegasan komitmen bersama untuk membangun budaya jujur, transparan, dan bertanggung jawab.
"Melalui Pariwara Anti Korupsi ini, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah akan memanfaatkan berbagai kanal media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye untuk mendukung gerakan pemberantasan korupsi yang terus digalakkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi," ujar Bupati.
Bupati menekankan bahwa korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral dan budaya. Karena itu, nilai-nilai anti korupsi harus diimplementasikan dalam setiap aktivitas, baik sebagai aparatur yang melayani masyarakat maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam arahannya, Bupati mengutip: "Korupsi tumbuh karena pembiaran, tetapi akan berhenti ketika kejujuran menjadi kebiasaan."
Ia mengajak seluruh masyarakat Maluku Tengah untuk ikut mengawasi penyelenggaraan pemerintahan. Jika menemukan perilaku aparatur yang mengarah pada praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, masyarakat diminta segera melapor melalui kanal pengaduan dan akun media sosial resmi pemerintah daerah.
"Partisipasi masyarakat adalah kunci. Karena pemberantasan korupsi bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab kita semua," tegas Bupati.
Menurut Bupati, momentum Car Free Day yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat dipilih agar semangat anti korupsi semakin dekat, mudah dipahami, dan menjadi gerakan bersama.
" Mari kita wujudkan Maluku Tengah yang bersih, berintegritas, dan melayani. Berani, Jujur, Hebat," pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, serta masyarakat yang mengikuti Car Free Day pagi itu.

.png)

