• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Ketua Kelompok Tani Bina Baru Pertanyakan Tindak Lanjut Laporan Dugaan Penyimpangan BBM Bersubsidi di Polres Ketapang

    Redaksi
    Selasa, 12 Mei 2026, Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T09:37:08Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :


    Ketapang, Sergap24.info –


    Ketua Kelompok Tani Bina Baru Desa Sungai Jawi, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Abdul Kholik mempertanyakan tindak lanjut laporan dugaan penyimpangan BBM bersubsidi yang telah disampaikan ke Polres Ketapang.



    Didampingi Mustakim selaku Ketua IWOI Ketapang bersama sejumlah awak media dari Mitramabesnews.id, Kabarsulsel, Sergap24.info dan media lainnya, Abdul Kholik menyampaikan bahwa laporan tersebut telah disampaikan sejak Kamis, 9 April 2026. Namun hingga Senin, 11 Mei 2026, pihaknya mengaku belum menerima perkembangan ataupun tindak lanjut dari pihak kepolisian.


    Adapun laporan yang disampaikan terkait dugaan penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Desa Sungai Jawi, Kecamatan Matan Hilir Selatan dengan nomor SPBU 64.788.06.


    Mustakim selaku Ketua IWOI Ketapang menegaskan agar setiap laporan masyarakat dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia menyebut, berdasarkan Pasal 23 ayat 6 dijelaskan adanya batas waktu penanganan laporan selama 14 hari, sedangkan pada ayat 7 disebutkan adanya sanksi administrasi, etik hingga pidana apabila melampaui ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.


    “Kalau ada masyarakat yang laporannya tidak diproses setelah 14 hari, maka masyarakat berhak mengadukan hal tersebut kepada atasan sesuai peraturan dan perundang-undangan,” tegas Mustakim.


    Ia juga berharap hukum dapat ditegakkan secara adil tanpa tebang pilih. Menurutnya, jangan sampai muncul anggapan bahwa hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas.


    Sementara itu, Abdul Kholik menilai dugaan penyimpangan BBM bersubsidi yang dilaporkan sudah sangat jelas. Bahkan menurutnya, rekomendasi dari Pemerintah Desa Sungai Jawi serta Dinas Perkebunan dan Pertanian seolah tidak diprioritaskan.


    “Daripada melayani rekomendasi desa dan dinas untuk kepentingan masyarakat kelompok tani, lebih bagus melayani pengisian tangki siluman, jeriken dan drum,” ucap Abdul Kholik kepada awak media Sergap24.info, Senin (11/5/2026).

    Penulis: Subyharjo
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini