• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Mari Kita Belajar Bersama-sama Tentang Arti Dari Prosa Sufistik-Saintifik

    Redaksi
    Jumat, 27 Februari 2026, Februari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T22:03:34Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :




    Kamis 26/2/2026 "Prosa Sufistik-Saintifik"

    بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 

    SENI MENGOSONGKAN BEJANA: MANAJEMEN "SEPERTIGA" DALAM TIMBANGAN IRFANI

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
    اَللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَاجْعَلْ طَعَامَنَا ذِكْرًا، وَشَرَابَنَا شُكْرًا، وَنَفَسَنَا تَسْبِيْحًا.
    يَا مَنْ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ، ارْزُقْنَا حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ فِيْ خَلَاءِ الْبَطْنِ.

    (Ya Allah, tolonglah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu. Jadikanlah makanan kami adalah dzikir, minuman kami adalah syukur, dan nafas kami adalah tasbih. Wahai Dzat yang memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa batas, anugerahkanlah kami manisnya iman dalam kekosongan perut.)

    Wahai Peniti Jalan Kesucian...

    Jika sains menemukan bahwa Autofagi membutuhkan waktu "jeda makan" yang cukup agar sel-sel rusak dapat didaur ulang, maka Tasawuf mengajarkan bahwa " jeda syahwat " adalah syarat mutlak agar nur Ilahi dapat meresap ke dalam sumsum tulang.

    Rasulullah SAW memberikan rumus "Sepertiga Makanan, Sepertiga Minuman, dan Sepertiga Nafas." Secara ilmiah-biologis, ini adalah rasio emas agar lambung tidak menekan diafragma, sehingga oksigen mengalir lancar ke otak—pusat kesadaran.

    Namun secara Irfani, sepertiga nafas adalah "Ruang bagi Cahaya". Jika perutmu penuh, nafasmu sesak, dan dzikirmu akan menjadi berat. Syech Abdul Qadir al-Jailani QS* dalam _Sirrul Asrar_ mengisyaratkan bahwa nafas seorang arif adalah kendaraan bagi ruh. Bagaimana ruh bisa terbang jika kendaraannya terhimpit oleh tumpukan beban materi di perut?

    Imam Al-Ghazali memberikan tips tajam dalam _Tazkiyatun Nafs_: "Berhentilah makan sebelum kenyang, dan jangan makan kecuali saat lapar telah menyapa." Dalam dunia medis modern, inilah yang disebut _Mindful Eating_. Jangan makan karena nafsu mata, tapi makanlah untuk menegakkan tulang demi sujud yang lebih panjang.

    Gunakan _Pedang Tauhid_ untuk memotong keinginan menambah suapan saat lidah mulai merasa dimanjakan. Ingatlah, setiap suapan yang berlebih adalah beban bagi sel tubuhmu untuk melakukan autofagi.

    Maulana Jalaludin Rumi seringkali merayakan rasa lapar. Beliau berkata: _"Lapar adalah hidangan Tuhan bagi para pecinta-Nya."_ Puasa bukan hanya soal memindahkan jam makan, tapi soal mematikan sifat kebinatangan dalam diri. Saat sel-selmu sedang _"memakan dirinya sendiri"_ (autofagi), batinmu pun harus _"memakan egonya sendiri"_. Inilah Puasa Makrifat : saat jasad membersihkan racun biologis, dan ruh membersihkan racun kedengkian serta kesombongan.

    _"Ya Allah... Sang Maha Penyembuh yang rahasia-Nya tersembunyi di balik syariat-Mu... Kami seringkali mengaku hamba-Mu, namun kami justru menjadi budak bagi selera kami sendiri. Kami memuja rasa di ujung lidah, namun melupakan kesehatan singgasana ruh kami._

    _Ampuni kami yang lebih mencintai kenyang yang melalaikan daripada lapar yang mendekinkan._

    _Ilahi... Syech Abdul Qadir telah mendidik nafsunya hingga tunduk, Rumi telah menemukan-Mu dalam puasa yang puitis... Berikanlah kami setetes kekuatan mereka. Jadikanlah setiap rasa lapar kami sebagai pembersih sel-sel kami dari penyakit dunia, dan pembersih batin kami dari noda-noda syirik yang halus._

    _Allahummaj'al th'amana quwwatan li-tha'atik..._
    _(Ya Allah, jadikanlah makanan kami sebagai kekuatan untuk taat kepada-Mu...)_

    _Jadikanlah kami hamba yang moderat, yang makan secukupnya agar dapat mencintai-Mu seutuhnya. Biarkan autofagi jasad kami berjalan seiring dengan revolusi makrifat batin kami."_

    Sehatmu adalah wasilah, bukan tujuan akhir. Tujuan akhir kita adalah Allah. Maka, makanlah agar engkau hidup, dan hiduplah agar engkau sampai kepada-Nya dalam keadaan hati yang bercahaya (Qalbun Salim).

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    𝓡𝓪𝓲𝓱 𝓜𝓪𝓷𝓯𝓪𝓪𝓽 &𝓟𝓪𝓱𝓪𝓵𝓪

    (Samsul Daeng Pasomba.PPWI)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini