• Jelajahi

    Copyright © Sergap24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Kubangan Kerbau di Jantung TUBABA : Kegagalan Pemprov Lampung Dalam Mengurus Insprastruktur

    Rabu, 25 Februari 2026, Februari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-02-25T10:35:20Z
    masukkan script iklan disini
    (Ads) Butuh Bantuan Hukum :


    Tulang Bawang Barat. sergap24. Info-
    Jalan provinsi yang menghubungkan tiga kabupaten strategis—Tubaba, Lampung Tengah, dan Lampung Utara—telah berubah menjadi kubangan maut yang siap menelan korban jiwa.

    Ruas jalan Propinsi yang terletak di Tiyuh Murni Jaya, Tubaba seharusnya menjadi simbol kemajuan dan kesejahteraan, kini menjadi simbol kegagalan pemerintah dalam mengelola infrastruktur dasar.

    Kerusakan ini bukan hanya sekedar masalah teknis, tapi juga masalah moral. Pemerintah Provinsi Lampung telah gagal melindungi hak-hak dasar warganya, yaitu hak untuk memiliki akses jalan yang aman dan layak.

    "Jalan ini telah rusak parah sejak jaman covid 19 beberapa tahun lalu". Ucap Sutrisno saat memberikan keterangan kepada media ini. Rabu (25/2/2026)

    Lima tahun sudah jalan ini dibiarkan membusuk, dan pemerintah seolah-olah tidak peduli dengan jeritan warga yang setiap hari bertaruh nyawa di jalur tengkorak ini.

    "Kalau malam, lubang itu jadi jebakan Batman. Air menggenang rata, pengendara masuk lubang lalu tersungkur. Apa pemerintah mau tanggung jawab kalau ada yang mati?" ujar Sutrisno, warga setempat yang sudah kenyang melihat pemandangan kecelakaan tunggal di depan matanya.

    Pertanyaan itu masih menggantung di udara, tanpa jawaban yang jelas dari pemerintah. Di mana anggaran pemeliharaan rutin? Apakah itu hanya untuk memperkaya segelintir orang? Apakah pemerintah hanya peduli dengan citra dan kekuasaan, bukan dengan nyawa rakyat?

    Fungsi Pengawasan Mandul. Bagaimana mungkin kerusakan di titik vital penghubung tiga kabupaten bisa luput dari pantauan Dinas BMBK selama bertahun-tahun? Rakyat tidak butuh seremonial atau janji manis di media sosial. Rakyat butuh aspal yang layak, bukan kubangan maut.

    Jika untuk mengurus jalan sepanjang 300 meter saja pemerintah gagal total, maka jangan salahkan jika publik melabeli pemerintah provinsi saat ini sebagai rezim yang gagal mengurus infrastruktur dasar. Ini bukan hanya tentang jalan, tapi tentang masa depan rakyat Lampung. (Dv)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini